Memahami makna kehidupan agar tidak insecure!
Pernahkah diantara kita berfikir bahwa kehidupan orang lain tampak lebih indah, lebih bahagia dan lebih segalanya. Sehingga timbulah rasa insecure, iri, dan cemburu yang kadang membuat kita merasa rendah diri dan tidak bersukur. Tapi tahukah kita? terkadang orang lain yang kita anggap kehidupannya lebih baik daripada kita terkadang disisi lain malah berfikir bahwa kehidupan kitalah yang lebih baik daripada mereka. Sebagaimana pepatah jawa mengatakan "Hidup itu sawang sinawang" yang artinya hidup itu saling melihat. Kadang kehidupan yang kita keluhkan merupakan kehidupan yang orang lain impikan dan sebaliknya.
Oleh karena itu kita perlu memahami bahwa kehidupan dan rejeki setiap orang itu telah diatur oleh Sang Maha Kuasa. Yang mana tidak akan tertukar dan pasti akan datang pada waktu yang tepat. Rejeki itu banyak macamnya, ada berupa harta, pekerjaan, kesehatan, jodoh dan lain sebagainya. Ada orang yang rejekinya berupa harta atau pekerjaan dengan penghasilan yang berlimpah tetapi dalam hal kesehatan tidak begitu baik, sering sakit-sakitan. Ada juga yang memperoleh rejeki berupa jodoh sehingga kadang lebih awal dalam hal pernikahan tapi kadang juga bermasalah dalam hal ekonomi, atau juga kadang ada yang susah diberi keturunan.
Dengan memahami hal diatas maka kita perlu banyak-banyak bersukur atas kehidupan kita sekarang. Bagi kita yang belum memperoleh pekerjaan atau penghasilan yang layak maka kita tetap perlu bersukur dan tugas kita hanya perlu berusaha sebisa kita. Atau mungkin bagi kita yang belum memperoleh jodoh atau pasangan kita juga perlu berusaha terus memperbaiki diri karna barang kali kita belum juga diberi jodoh karena memang secara hakikatnya diri kita belum siap dalam hal tersebut.
Jangan pernah membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain. Merasa cukuplah dengan apa yang kita punya serta terus berusaha untuk meraih apa yang kita ingin capai tanpa membandingkan dengan pencapaian orang lain. Bukan berati kita sama sekali tidak boleh membandingkan pencapain orang lain, tetap boleh selama itu kita jadikan sebagai motivasi agar kita lebih semangat dan tidak malah membuat diri kita merasa insecure.
Dalam kitab Al-Hikam karya Imam Al-Gozali disebutkan "Istirahatkan dirimu dari tadbiir (melakukan pengaturan-pengaturan)! Maka apa-apa yang selainmu (Allah) telah melakukannya untukmu, janganlah engkau (turut) mengurusinya untuk dirimu." Artinya yang dapat kita lakukan adalah berusaha dengan sebisa kita, sedangkan hasil kita serahkan sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Karna Dia tidak memberi apa yang kita inginkan namun apa yang kita butuhkan. Dan bukan pada waktu yang kita kehendaki melainkan pada waktu yang Dia kehendaki.
Tentu apa yang direncanakan oleh Sang Pencipta adalah sebaik-baiknya rencana. Semoga kita semua mendapatkan taufiq dan hidayah dari Alloh SWT. Wallohu a'lam bissawab.

Komentar
Posting Komentar
Saya senang mendapatkan feedback apapun dari pembaca semua.